Selasa, 26 Mei 2015

What Is Bored Piles

Bored pile is another type of reinforced concrete pile which is used to support high building which has heavy vertical load. Bored pile is a cast-in-place concrete pile where the bored piles have to be cast on construction site, while other concrete piles like Spun Pile and Reinforced Concrete Square Pile are precast concrete pile which they’re cast in the factory.

Normally bored piling has be to carried on those tall buildings or massive industrial complexes, which require foundations which can bear the load of thousands of tons, most probably in unstable or difficult soil conditions. Bored piling is cast by using bored piling machine which has specially designed drilling tools, buckets and grabs, it’s used to remove the soil and rock. Normally it can be drilling into 50metres depth of soil. The advantage of bored piling is its’ drilling method, little vibration and lower noise level.


The drilling method is depending on the condition of soil, piling contractor has to do soil investigation and decide which drilling technology has to be carried on. Piling contractor decide the correct drilling technology and minimize disturbance of the surrounding soil. For cohesionless soils such as sands, gravels, silts etc, whether it’s under the water table or not, the pile bore hole must be supported using steel casing or stabilizing muds such as bentonite suspension. After these, reinforcement bar will be put into the bore hole and concrete will be poured into the bore hole.



Bored piling is popular to be used in construction as a foundation especially for bridge work and tall building as well. Bored piling work has to be done by specialist bored piling contractor, normal piling contractor can’t be done without experience and knowledge about bored piles.



Selasa, 05 Mei 2015

Beton Instan Solusi Praktis

Beton Instan  Solusi Praktis Untuk Pengecoran Beton Jika kita ingin meronovasi rumah dan membutuhkan tambahan struktur beton, misalnya ingin menambah lantai dak untuk ruang jemur. Maka kita kan membutuhkan material beton. Seperti kita ketahu bahwa bahan/material utama dari beton konvensional adalah semen,pasar dan batu split, maka akan sangat tidak praktis jika kita menggunakan beton konvensional untuk proyek renovasi kita. 
Material beton akan membutuhkan tempat yang cukup luas dan menyebabkan sekitar hunian kita menjadi banyak debu / kotor.



Solusinya adalah menggunakan prodk beton instan yang praktis hanya tambah air,ekonomis dalam kemasan dan berkualitas dengan mutu yang terjamin.



Pengertian Beton


Beton merupakan salah satu bahan konstruksi yang telah umum
digunakan untuk bangunan gedung, jembatan, jalan, dan lain – lain. Beton
merupakan satu kesatuan yang homogen. Beton ini didapatkan dengan cara
mencampur agregat halus (pasir), agregat kasar (kerikil), atau jenis agregat
lain dan air, dengan semen portland atau semen hidrolik yang lain, kadang –
kadang dengan bahan tambahan (additif) yang bersifat kimiawi ataupun
fisikal pada perbandingan tertentu, sampai menjadi satu kesatuan yang
homogen. Campuran tersebut akan mengeras seperti batuan. Pengerasan
terjadi karena peristiwa reaksi kimia antara semen dengan air.

Beton yang sudah mengeras dapat juga dikatakan sebagai batuan
tiruan, dengan rongga – rongga antara butiran yang besar (agregat kasar atau
batu pecah), dan diisi oleh batuan kecil (agregat halus atau pasir), dan pori–
pori antara agregat halus diisi oleh semen dan air (pasta semen). Pasta semen
juga berfungsi sebagai perekat atau pengikat dalam proses pengerasan,
sehingga butiran–butiran agregat saling terekat dengan kuat sehingga
terbentuklah suatu kesatuan yang padat dan tahan lama.

Membuat beton sebenarnya tidaklah sederhana hanya sekedar
mencampurkan bahan-bahan dasarnya untuk membentuk campuran yang
plastis sebagaimana sering terlihat pada pembuatan bangunan sederhana.
Tetapi jika ingin membuat beton yang baik, dalam arti memenuhi persyaratan
yang lebih ketat karena tuntutan yang lebih tinggi, maka harus
diperhitungkan dengan seksama cara-cara memperoleh adukan beton segar
yang baik dan menghasilkan beton keras yang baik pula. Beton segar yang
baik ialah beton segar yang dapat diaduk, dapat diangkut, dapat dituang,
dapat dipadatkan, tidak ada kecenderungan untuk terjadi pemisahan kerikil
dari adukan maupun pemisahan air dan semen dari adukan. Beton keras yang
baik adalah beton yang kuat, tahan lama, kedap air, tahan aus, dan kembang
susutnya kecil (Tjokrodimulyo 1996 : 2)
Beton memiliki kelebihan dan kekurangan antara lain sebagai berikut
(Tjokrodimulyo 1996 : 2)
Beton

Kelebihan Beton :
1. Beton mampu menahan gaya tekan dengan baik, serta mempunyai sifat
tahan terhadap korosi dan pembusukan oleh kondisi lingkungan.
2. Beton segar dapat dengan mudah dicetak sesuai dengan keinginan.
Cetakan dapat pula dipakai berulang kali sehingga lebih ekonomis.
3. Beton segar dapat disemprotkan pada permukaan beton lama yang retak
maupun dapat diisikan kedalam retakan beton dalam proses perbaikan.
4. Beton segar dapat dipompakan sehingga memungkinkan untuk dituang

pada tempat–tempat yang posisinya sulit.
5. Beton tahan aus dan tahan bakar, sehingga perawatannya lebih murah.

Kekurangan Beton :
1. Beton dianggap tidak mampu menahan gaya tarik, sehingga mudah retak.
Oleh karena itu perlu di beri baja tulangan sebagai penahan gaya tarik.
2. Beton keras menyusut dan mengembang bila terjadi perubahan
suhu,sehingga perlu dibuat dilatasi (expansion joint) untuk mencegah
terjadinya retakan – retakan akibat terjadinya perubahan suhu.
3. Untuk mendapatkan beton kedap air secara sempurna, harus dilakukan
dengan pengerjaan yang teliti.
4. Beton bersifat getas (tidak daktail) sehingga harus dihitung dan diteliti
secara seksama agar setelah dikompositkan dengan baja tulangan menjadi
bersifat daktail, terutama pada struktur tahan gempa.
sumber: Unnes

Rabu, 15 April 2015

What Is In an Epoxy Resin System?

What Is In an Epoxy Resin System?

Epoxy resin systems are made up of an epoxy resin and a curing agent (also called a hardener or catalyst). Many epoxy products also contain additives such as organic solvents, fillers such as fiberglass or sand, and pigments. See the box on page 2.

When epoxy resin systems are used, single molecules (monomers) of the epoxy resin chemical and the curing agent combine to form long chains of molecules (polymers). As the mixture "cures," it becomes a hard polymer. Some epoxies cure in a few minutes at room temperature. Others need additional time or heat to harden. The characteristics of hardened epoxies (such as whether they are firm or flexible, or resistant to heat or chemicals) depend on which epoxy monomers, curing agents, solvents, and fillers are added.

The hardened, finished polymers are almost non-toxic; it is exposure to the uncured resin components that can be harmful. In a two-component epoxy product, the epoxy resin and the curing agent are packaged separately and must be mixed together just before being used. Each component can be hazardous. In a single-component product, the resin and the curing agent are supplied in a
pre-mixed form. Single-component systems are usually safer, because the
hazardous chemicals are already partly combined into less toxic polymers and because they do not evaporate into the air as easily.

Examples of Epoxy Resin System Chemicals

Epoxy Resins (monomers or oligomers) can be powders, or they can be thick, clear or yellow liquids. Some common epoxy resins are: the diglycidyl ether of bisphenol A (DGEBA), novolac resins, cycloaliphatic epoxy resins, brominated resins, epoxidized olefins, EponR and EpikoteR.

Curing Agents react with epoxy resin monomers to form epoxy products. They are usually liquids with strong, unpleasant odors. There are several categories
of curing agents. Examples include:



Senin, 16 Maret 2015

presentation about pile work