Selasa, 16 September 2014

Senin, 15 September 2014

Cara menghitung volume besi beton bertulang

Cara menghitung volume besi beton bertulang
Besi pada konstruksi beton bertulang berfungsi sebagai panahan tegangan tarik, penggunaan besi dalam beton bertulang karena beton hanya kuat terhadap gaya tekan. sebelum melaksanakan pekerjaan beton bertulang terlebih dahulu kita menghitung kebutuhan volume material besi beton sehingga dapat dipersiapkan sebelumnya dengan jumlah yang tepat. Mengenai cara menghitung volume besi beton bertulang akan kita jelaskan sebagai berikut:

Contoh hitung kebutuhan besi
Misalnya sebuah pekerjaan kolom beton bertulang ukuran 20cm x 30 cm setinggi 6 m dengan gambar potongan besi seperti ini:

langkah perhitungan kebutuhan besi beton pada konstruksi tersebut
menghitung kebutuhan besi tulangan pokok
•    volume besi D10 adalah 4 bh x 6 m = 24 m’
•    jika panjang besi perbuah dipasaran adalah 11 m maka  kebutuhan besi adalah 24 m : 11 m = 2.18 buah (*panjang besi dipasaran ada yang 11m dan ada juga yang 12m).
•    berat per m’ besi D10 adalah 0.617 kg maka total kebutuhan besi D10 adalah 0.617 kg/m x 24 = 14.808 kg
Menghitung kebutuhan besi tulangan sengkang atau cincin
•    panjang tulang sengkang perbuah adalah 25+15+25+15+5+5 = 90 cm = 0.9 m
•    jumlah tulangan sengkang pada kolom setinggi 6 m dengan jarak pemasangan 15 cm adalah 6 : 0.15 = 40 buah besi tulangan sengkang.
•    total panjang besi tulangan sengkang adalah 40 bh x 0.9 m = 36 m
•    jka panjang besi perbuah dipasaran 11 m maka kebutuhan besi tulangan sengkang 36 : 11 = 3.27 buah
•    berat besi per kg besi D8 pada tabel adalah 0.395 kg maka jumlah kebutuhan besi adalah 0.395 kg/m  x 36 m = 14.22 kg
* TABEL BERAT BESI BISA DILIHAT DISINI
Dari perhitungan diatas maka kebutuhan besi tulangan nya adalah
•    Besi D10 = 2.18 batang = 14.808 kg
•    Besi D8 = 3.27 batang =  14.22 kg
•    beton sebesar 0.2×0.3×6 = 0.36 m3
Penjelasan mengenai cara menghitung kebutuhan Beton
jumlah material beton yang kita perlukan dapat dilihat panduanya pada artikel “cara menghitung kebutuhan cor beton” . pada pekerjaan kolom praktis diatas dapat kita hitung volumenya yaitu : lebar 0,2m x panjang 0,3m x tinggi 6m = 0,36 m3.
Demikian salah satu cara perhitungan volume besi, untuk lebih mudahnya sekarang ini sudah banyak software untuk menghitung besi baik memakai excel atau yang lainya, semoga berguna ya…




Contoh menghitung kebutuhan cor beton
Ketika kita melakukan pekerjaan pengecoran struktur beton maka diperlukan data kebutuhan bahan bangunan yang perlu didatangkan ke lokasi, disini kita akan mencoba menguraikan secara sederhana sebuah contoh menghitung kebutuhan cor beton, karena ini hanya contoh maka hasilnya tentu saja berbeda dari pekerjaan yang sedang dilakukan karena ukuran dan bentuk strukturnya juga berbeda. jadi jadikan sebagai gambaran saja 

Contoh : Kita akan mengecor plat lantai dak beton atap rumah berbentuk persegi panjang ukuran 10 m x 16 m, tebal plat dibuat 12 cm, anggap saja bagian baloknya sudah dihitung atau bahkan sudah di cor jadi kita hanya perlu menghitung kebutuhan beton untuk plat lantai atap saja. rencananya kita akan membeli beton jadi dalam bentuk ready mix, jika satu truck mixer mampu mengangkut 5 m3 beton. pertanyaanya adalah berapa truck beton yang perlu dipesan?

Mentukan berapa truck mixer beton yang dibutuhkan
O.k langsung saja kita hitung soal diatas;
•    Volume plat lantai = 10 m x 16 m x 0,12 m = 19,2 m3.
•    Angka keamanan/ safety factor / wise kita buat 2,5 % x 19,2 m3 = 0,48 m3 ( ini dimaksudkan sebagai cadangan ketika terjadi kekurangan akibat kejadian tidak terduga seperti tumpah, kebocoran bekisting, salah hitung dll.)
•    Jadi total volume beton yang dibutuhkan adalah 19,68 m3 kita bulatkan menjadi 20 m3.
•    Jika 1 truck mixer mampu mengangkut 5 m3 maka total yang harus dipesan adalah 20 m3 : 5 m3 = 4 truck.
•    Jadi yang kita butuhkan adalah 4 truck mixer kapasitas 5 m3. NB: jangan heran kalau hasil akhirnya bulat karena memang sudah direncanakan demikian 

Menentukan berapa material adukan beton yang dibutuhkan
Jika kita membuat adukan beton sendiri maka diperlukan data berapa rincian bahan bangunan yang dibutuhkan, detail tentang tutorial ini bisa dilihat pada artikel yang berjudul cara menghitung adukan beton disini , dari data tersebut maka kita dapat menghitung kebutuhan materialnya
•    Semen berapa zak?
•    Pasir beton berapa m3?
•    Kerikil berapa m3?

Demikian contoh cara menghitung kebutuhan cor beton ini, jika ada koreksi, masukan atau tambahan bisa dituliskan dibawah, semoga bermanfaat 


.










cara menghitung adukan beton metode BOW

Besarnya volume adukan yang digunakan untuk melakukan pekerjaan bangunan sebaiknya dihitung telebih dahulu agar dapat memperkirakan rencana anggaran biaya bangunan yang dibutuhkan serta sebagai pedoman dalam membeli jumlah material sesuai dengan kebutuhan.
CARA MENGHITUNG ADUKAN BETON / ADUKAN MORTAR [ metode B.O.W ]
Koef bahan berdasar B.O.W :
Semen = 0.76
Pasir = 0.675
Kerikil = 0.52
Artinya dalam 1 m3 kerikil terdiri dari 0.52 m3 kerikil + 0.48 rongga udara
Bj Semen = 1250 Kg
1 zak = 50 kg

=====> 1 m3 adukan beton 1 : 2 : 3 jadi adukan = 1 * 0.76 = .76 m3
2 m3 pasir ———————-> jadi adukan = 2 * 0.675 = 1.35 m3
3 m3 kerikir ———————> jadi adukan = 3 * 0.52 = 1.56 m3
==========================================
6 m3 material ———- menghasilkan adukan beton = 3.67 m3
1 m3 adukan beton = 1 : 2 : 3 ===> dibutuhkan bahan…
————————————————————————–
Semen = 1/3.67 * 1 m3 = 0.2725 m3 = 340.5995 kg = 6.812 zak
Pasir = 1/3.67 * 2 m3 = 0.5449 m3
Kerikil = 1/3.67 * 3 m3 = 0.8174 m3
=====> 1 m3 adukan beton 1 : 3 : 5 jadi adukan = 1 * 0.76 = .76 m3
3 m3 pasir ———————-> jadi adukan = 3 * 0.675 = 2.025 m3
5 m3 kerikir ———————> jadi adukan = 5 * 0.52 = 2.6 m3
========================================
9 m3 material ———- menghasilkan adukan beton = 5.385 m3
1 m3 adukan beton = 1 : 3 : 5 ===> dibutuhkan bahan…
————————————————————————–
Semen = 1/5.385 * 1 m3 = 0.1857 m3 = 232.1263 kg = 4.6425 zak
Pasir = 1/5.385 * 3 m3 = 0.5571 m3
Kerikil = 1/5.385 * 5 m3 = 0.9285 m3
=====> 1 m3 adukan plesteran / mortar 1 : 5 jadi adukan = 1 * 0.76 = .76 m3
5 m3 pasir ———————-> jadi adukan = 5 * 0.675 = 3.375 m3
================================================
6 m3 material —— menghasilkan adukan mortar = 0.76 + 3.375 = 4.135 m3
1 m3 adukan mortar = 1 : 5 ===> dibutuhkan bahan…
———————————————————————–
Semen = 1/4.135 * 1 m3 = 0.2418 m3 = 302.2975 kg = 6.0459 zak
Pasir = 1/4.135 * 5 m3 = 1.2092 m3

=====> 1 m3 adukan plesteran / mortar 1 : 4 jadi adukan = 1 * 0.76 = .76 m3
4 m3 pasir ———————-> jadi adukan = 4 * 0.675 = 2.7 m3
================================================
5 m3 material —— menghasilkan adukan mortar = 0.76 + 2.7 = 3.46 m3
1 m3 adukan mortar = 1 : 4 ===> dibutuhkan bahan…
———————————————————————–
Semen = 1/3.46 * 1 m3 = 0.289 m3 *1250 = 361.27167 kg = 7.2254 zak
Pasir = 1/3.46 * 4 m3 = 1.1561 m3

=====> 1 m3 adukan plesteran / mortar 1 : 3 jadi adukan = 1 * 0.76 = .76 m3
3 m3 pasir ———————-> jadi adukan = 3 * 0.675 = 2.025 m3
================================================
4 m3 material —— menghasilkan adukan mortar = 0.76 + 2.025 = 2.785 m3
1 m3 adukan mortar = 1 : 3 ===> dibutuhkan bahan…
———————————————————————–
Semen = 1/ 2.785 * 1 m3 = 0.289 m3 *1250 = 448.833 kg = 8.9767 zak
Pasir = 1/2.785 * 3 m3 = 1.0772 m3



Sumber : http://www.ilmusipil.com/cara-menghitung-adukan-beton-metode-bow






Jumat, 05 September 2014

Senin, 25 Agustus 2014

JASA BORE PILE dan STRAUSS PILE

JASA BORE PILE dan STRAUSS PILE

Alat bore pile dan strauss pile pondasi bore pile mesin dan strauss pile
Pondasi bor pile adalah pondasi bore pile yang di bangun didalam tanah berbentuk tabung yang berfungsi meneruskan beban bangunan kedalam permukaan tanah. Fungsinya sama dengan pondasi dalam lainya seperti pancang yang membedakannya adalah pada cara pengerjaanya. Pengerjaan Bored Pile dimulai dengan pelubangan tanah dahulu sampai kedalaman yang diinginkan, kemudian pemasangan tulangan besi yang dilanjutkan dengan pengecoran beton.
Ada beberapa jenis alat bore pile,sistem pengerjaan Bored Pile Namun pada dasarnya sama ,diantara nya:

1. Bored Pile mini crane
Dengan alat bore pile mesin mini cran ini bisa dilaksanakan pengeboran dengan pilihan diameter 30 cm, 40 cm, 50 cm dan 60 cm. metode menggunakan sistem Wash Boring (Bor Basah) dan dibutuhkan air yang cukup banyak untuk mendukung pelaksanaan pekerjaan ini.



 2. Bored pile manual/strauss pile
Alat ini menggunakan tenaga manual untuk memutar mata bornya. Alat yang simpel, ringkas dan mudah dioperasikan serta tidak bising saat pengerjaan menjadikan cara ini banyak digunakan diberbagai proyek seperti perumahan, pabrik, gudang, pagar dll. kekuranganya terbatasnya pilihan diameter yakni hanya 20 cm, 25 cm, 30 cm, 35 cm dan 40 cm. Tentu saja karena ini berhubungan dengan tenaga penggeraknya yang hanya tenaga manusia. Jadi cara ini kebanyakan digunakan untuk bangunan yang tidak begitu berat.



Kami dari Kurnia Bore PIle mengerjakan bor pile dan strauss pile diwilayah jabodetabek dan sekitarnya.
Hub.i : TUKINO
Telp. 087878235010 - 087811128105 - 081317676646
Email : info.kurniagroup@gmail.com  kurniawan08@yahoo.com

Senin, 09 Juni 2014

APA ITU USAHA JASA KONSTRUKSI...?

Apakah Pengertian Jasa Konstruksi itu?
Pengertian "konstruksi" adalah suatu kegiatan membangun sarana maupun prasarana yang meliputi pembangunan gedung (building construction), pembangunan prasarana sipil (Civil Engineer), dan instalasi mekanikal dan elektrikal.  Walaupun kegiatan konstruksi dikenal sebagai suatu pekerjaan, tetapi dalam kenyataannya konstruksi merupakan suatu kegiatan yang terdiri dari beberapa pekerjaan lain yang berbeda yang dirangkai menjadi satu unit bangunan, itulah sebabnya ada bidang/sub bidang yang dikenal sebagai klasifikasi.

Pada umumnya kegiatan konstruksi dimulai dari perencanaan yang dilakukan oleh konsultan perencana (team Leader) dan kemudian dilaksanakan oleh kontraktor konstruksi yang manajer proyek/kepala proyek.  Orang-orang ini bekerja didalam kantor, sedangkan pelaksanaan dilapangan dilakukan oleh mandor proyek yang mengawasi buruh bangunan, tukang dan ahli bangunan lainnya untuk menyelesaikan fisik sebuah konstruksi.  Transfer perintah tersebut dilakukan oleh Pelaksana Lapangan.  Dalam pelaksanaan bangunan ini, juga diawasi oleh konsultan pengawas (Supervision Engineer).

Dalam melakukan suatu konstruksi biasanya dilakukan sebuah perencanaan terpadu.  Hal ini terkait dengan metode penentuan besarnya biaya yang diperlukan, rancang bangun, dan efek lain yang akan terjadi saat pelaksanaan konstruksi.  Sebuah jadual perencanaan yang baik, akan menentukan suksesnya sebuah bangunan yang terkait dengan pendanaan, dampak lingkungan, keamanan lingkungan, ketersediaan material, logistik, ketidaknyamanan publik terkait dengan pekerjaan konstruksi, persiapan dokumen tender, dan lain sebagainya.

Menurut Undang-undang tentang Jasa konstruksi, "Jasa Konstruksi" adalah layanan jasa konsultansi perencanaan pekerjaan konstruksi, layanan jasa pelaksanaan pekerjaan konstruksi dan layanan jasa konsultansi pengawasan pekerjaan konstruksi.  "Pekerjaan Konstruksi" adalah keseluruhan atau sebagian rangkaian kegiatan perencanaan dan/atau pelaksanaan beserta pengawasan yang mencakup pekerjaan arsitektural, sipil, mekanikal, elektrikal dan tata lingkungan masing-masing beserta kelengkapannya untuk mewujudkan suatu bangunan atau bentuk fisik lain.

Dari pengertian dalam UUJK tersebut maka dalam masyarakat terbentuklah "USAHA JASA KONSTRUKSI", yaitu usaha tentang "jasa" aatau services di bidang perencana, pelaksana dan pengawas konstruksi yang semuanya disebut "PENYEDIA JASA" yang dulu lebih dikenal dengan bowher atau owner".
Disisi lain muncul istilah "PENGGUNA JASA" yaitu yang memberikan pekerjaan yang bisa berbentuk orang perseorangan, badan usaha maupun instansi pemerintah.

Sehingga pengertian utuhnya dari Usaha Jasa Konstruksi adalah salah satu usaha dalam sektor ekonomi yang berhubungan dengan suatu perencanaan atau pelaksanaan dan atau pengawasan suatu kegiatan konstruksi untuk membentuk suatu bangunan atau bentuk fisik lain yang dalam pelaksanaan penggunaan atau pemanfaatan bangunan tersebut menyangkut kepentingan dan keselamatan masyarakat pemakai/pemanfaat bangunan tersebut, tertib pembangunannya serta kelestarian lingkungan hidup.

Dari pengertian jasa konstruksi tersebut, maka bentuk fisik yang manakah yang digolongkan sebagai jasa konstruksi?

Bentuk fisik disini adalah bangunan konstruksi yang melekat dengan tanah seperti gedung, rumah, jalan, dermaga, bendungan, bendung dan lain sebagainya dan tidak suatu bangunan konstruksi yang berpindah-pindah ataupun tergantung di udara seperti konstruksi mobil, konstruksi kapal, konstruksi pesawat terbang dan lain-lain.  Sedangkan dalam UUJK disebut juga bahwa bentuk fisik lain ialah dokumen lelang, spesifikasi teknis dan dokumen lain yang digunakan untuk membangun konstruksi tersebut.

Setelah bentuk fisiknya diketahui maka jenis usaha apa saja yang tercakup dalam kegiatan usaha jasa konstruksi ?
Ada 3 (tiga) katagori kegiatan yang tercakup dalam jenis usaha jasa konstruksi menurut UU No. 18 Tahun 1999, yaitu :
  1. perencana konstruksi yaitu yang memberikan layanan jasa perencanaaan dalam konstruksi yang meliputi rangkaian kegiatan atau bagian-bagian dari kegiatan mulai dari studi pengembangan sampai dengan penyusunan dokumen kontrak kerja konstruksi, ini umumnya disebut Konsultan Perencana.
  2. pelaksana konstruksi yaitu yang memberikan layanan jasa pelaksanaan dalam pekerjaan konstruksi yang meliputi rangkaian kegiatan atau bagian-bagian dari kegiatan mulai dari penyiapan lapangan sampai dengan penyerahan akhir hasil pekerjaan konstruksi, yang umumnya disebut Kontraktor Konstruksi.
  3. pengawasan konstruksi yaitu kegiatan yang memberikan layanan jasa pengawasan baik sebagian atau keseluruhan pekerjaan pelaksanaan konstruksi mulai dari penyiapan lapangan  sampai dengan penyerahan akhir konstruksi, ini biasa disebut Konsultan Pengawas.
Dengan definisi diatas, maka istilah yang selama ini di kenal yaitu KONSULTAN dan KONTRAKTOR  sesungguhnya menjadi "tiga kategori" sebagaimana diuraikan diatas.
Bentuk usaha dari kegiatan konstruksi ini adalah Perseorangan dan Badan Usaha.  Bentuk usaha Perseorangan hanya untuk pekerjaan beresiko kecil, berteknologi sederhana dan berbiaya kecil.  Sedangkan bentuk usaha ber-Badan Usaha adalah untuk pekerjaan beresiko besar, berteknologi tinggi dan berbiaya besar.

Perusahaan jasa konstruksi yang diperbolehkan berusaha adalah :
  1. Perusahaan Badan Usaha Nasional berbadan hukum yang dibagi dalam : a.  Perusahaan Nasional berbadan hukum seperti Perseroan terbatas (PT), b.  Perusahaan bukan berbadan hukum seperti CV, Fa, Pb, Koperasi, dsb.
  2. Badan Usaha asing yang dipersamakan.
Bagi para pembaca yang ingin dan tertarik dalam usaha jasa konstruksi, saya akan memberikan step by step dalam memulai usaha jasa konstruksi ini.  Tunggu aja ya...


sumber http://triantomedia.blogspot.com/2011/01/apa-itu-usaha-jasa-konstruksi.html